Asapmembungkus setiap tanah yang kupijak kulihat darah mengalir deras kulihat luka batu karang di lautan. Kulihat langit pecah , bahkan tak bisa kubedakan warnanya. Orang-orang dari pesisir menyeberang. Menanam beratus bangkai baru pribumikah yang menangis di sudut-sudut kota, tak lagi bisa merangkai upacara dengan bau tanah miliknya.
TRIBUNJATENGCOM - Puisi Masa Kecil Langit M Aan Mansyur: Masa Kecil Langit. Jika pada suatu sore kau. menemukan langit di tempat. tidurmu, jangan katakan apapun. tentang siapapun. Langit. jujur dan punya kemampuan. membayangkan dirimu sebagai.
Puisi Tarian Hujan Kusaksikan dedaunan tua berhimpun di jalanan. Mematuhi pusaran mistis yang diciptakan genangan hujan. Sebelum satu-persatu menghilang ke selokan. "Suatu saat, kau akan merindukan hujan!" Langit bisu. Membiarkan sepi membasuh kenangan berdebu. Aku tak perlu menunggu. Senja tak akan pernah memberi tahu. Tentangmu
KataRumi, cinta adalah astrolabe misteri-misteri Tuhan. Kapanpun cinta, entah dari sisi (duniawi) atau dari sisi (langit)-Nya, namun pada akhirnya ia membawa kita ke sana. Kadangkala cinta digambarkan
siangtadi, langit cerah, awan bak senyum laut tetap biru dan buihnya tetap putih jernih saat itulah, hati kakek tenteram, kau lahir cucuku kenangan dan yang kakek pandang semua indah ketika matamu terbuka, jangan kaget melihat dunia takkan pernah kau tahu kenapa lahir di ibukota indonesia kenapa tidak di saudi arabia atau di amerika sana
Tapisepasang kekasih masih terus menari. berkawan awan dan rembulan. Sesungguhnya mereka tidak terikat lagi pada malam. pada pagi. pada senja. atau bahkan pada fana. Cinta mereka t'lah abadi. di antara peradaban yang bising dan berlari cepat. sampai di langit yang diam dan syahdu.
. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Gemulai sang surya menerangi eloknya tri warna Setiap insan terpesona dan bersuka cita dengan turunya tirta membuah fatamorganaSemerbak harum bunga menggairahkan para kumbang berkelana mencari celah pasangannya Derap langkah para gembala mengharap tirta melepaskan haus dahaga melegakan jiwa raga Deru ombak samudra mengulung congkaknya para tengkulakHawa sejuk menepuk pundak para penduduk yang sedang duduk mengharap penuhnya priukPara duta asik bercengkrama disingasana yang dibangun dari tetesan tirta para penyanggaPara punggawa membawa wadah penuh dengan harta yang di dapat dari para pajak anak negara Para dhuafa terbelalak mata betapa susahnya mencari kerja padahal sudah bertitel sarjana apalagi SMAPenguasa dan Para juru bicara dengan mudah berucap terbukanya lapangan kerja ternyata sudah ada para pekerja TKALambaian tangan anggun tri warna meliuk-meliuk dekat para menatap fatamorgana agar tetap semangat Beranjak berteriak esok atau lusa agar penguasa tidak lupa para dhuafa yang susah mencari karya nyata Lihat Puisi Selengkapnya
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Sepasang kekasih menari di tepi gerakan yang heningtarian mereka bercerita tentang cinta tanpa tepitentang buah hati yang ditinggal pergitentang setia yang dibingkai jadikan senja sebagai panggung pentasdan gemuruh angin sebagai musik pertunjukan. Sebentar lagi layar akan segera diturunkandan matahari sembunyi di balik sepasang kekasih masih terus menariberkawan awan dan rembulan. Sesungguhnya mereka tidak terikat lagi pada malampada pagipada senjaatau bahkan pada mereka t'lah abadidi antara peradaban yang bising dan berlari cepatsampai di langit yang diam dan kekasih menari di tepi cakrawaladalam gerakan yang heningmereka menyambut takdir yang membuka pintu kota daeng, 5 November 2021 Lihat Puisi Selengkapnya
puisi tarian dari langit